Sabtu, 01 Desember 2012

CONTOH : INTI SARI BUKU



Sistematika Inti Sari Buku
Ringkasan buku          : Kiat Menulis untuk Media Massa
Oleh                           : Kelompok 1 ( Dela, Eko, Hapsary, Nandia, Usman)
1.      Identitas buku
a.       Judul               : Kiat Menulis untuk Media Massa
b.      Penulis             : Mulyoto, S.Pd.
c.       Penerbit           : CV. SAHABAT
d.      Tahun terbit     : 2006
e.       ISBN               :  979-3904-42-9
f.       Halaman          : 124 halaman
g.      Kota terbit       : Klaten
2.      Organisasi Isi Buku
Buku Kiat Menulis untuk Media Massa tergolong buku non fiksi. BukuKiat Menulis untuk Media Massa terdiri atas 7 bab dengan rincian sebegai berikut:
Bab I Motivasi
Bab II Penjajakan
Bab III Mulai Menulis
Bab IV Editing
Bab V Kirim Nasakah
Bab VI Menunggu
Bab VII Membuat Penerbitan Sendiri
            Rangkuman
Bab I Motivasi
1.      Menjadi penulis: Hobi, Idealisme, atau Demi Uang?
           Ada banyak alasan mengapa orang berminat menjadi penulis. Pertama orang yang menulis karena hobi. Alasan kedua adalah idealisme. Alasan ketiga demi uang. Menulis merupakan kerja nonfisik yang menjanjikan imbalan finansial yang lumayan. Menulis tidak hanya membutuhkan kecerdasan akan tetapi yang terpenting justru kemauan, komitmen, dan kerja keras.
2.      Kegiatan Mental Tingkat Tinggi
            Menulis merupakan kegiatan mental tingkat tinggi artinya menulis merupakan kegiatan yang membutuhkan pikiran dan perasaan dengan intensitas tinggi. Menulis itu membutuhkan kesungguhan.
3.      Manfaat Menulis
            Menulis bagi seseorang penulis mendatangkan banyak manfaat antara lain; menulis dapat mendatangkan uang, memberikan kepuasan batin, membuat intelektual penulis berkembang jauh lebih pesat, membuat penulis memiliki wawasan yang luas dan mendalam, menginternalisasikan secara lebih kuat informasi-informasi ke dalam ingatan. Bagi sisi pembaca, menulis bermanfaat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Bab II Penjajakan
1.                       Jenis-Jenis Tulisan di Media Massa
         Sebuah tulisan berasal dari sebuah ide/gagasan. Ketika gagasan kita miliki, barulah memilih bentuk tulisannya sesuai selera dan situasi yang ada. Jenis-jenis tulisan yang bisa kita kirimkan ke media massa adalah :
a. Berita (News)
b. Artikel
c. Feature
d. Cerpen
e. Puisi
f. Resensi
2.      Fokus pada Satu Jenis Tulisan
          Ketika Anda mendapatkan gagasan, Anda tinggal memilih bentuk yang Anda suka. Sebagai langkah awal memilih salah satu jenis tulisan dulu. Fokus pada satu jenis tulisan merupakan salah satu kiat penting dalam proses menjadi seorang penulis. Untuk bisa menjadi penulis, ternyata tidak ada cara lain selain mencoba untuk membuat tulisan. Yang terpenting adalah praktik menulis.

3.      Ciri Khas Media
Salah satu faktor yang paling menentukan dimuat tidaknya sebuah tulisan adalah kesesuaian tulisan dengan ciri khas media. Dengan kata lain, kebijakan redaksi tiap media jelas berbeda. Anda harus benar-benar paham dengan ciri khas sebuah media sebelum berniat mengirimkan tulisan ke sana.
4.      Mengenal Nilai-Nilai Jurnalistik
        Salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh tulisan agar bisa dimuat di media massa adalah adanya nilai-nilai jurnalistik dalam tulisan itu. Nilai-nilai jurnalistik :
a.       Aktualitas (Kehangatan)
b.      Magnitude (Daya Getar)
c.       Eksklusivitas (Keunikan)
d.      Orisinalitas (Keaslian)
Bab III Mulai Menulis
1.      Lakukan dan Jangan Berhenti
Tidak ada cara yang bisa ditempuh untuk bisa menjadi seorang penulis selain dengan menulis. Menulislah secara terus-menerus dan jangan pernah berhenti sebelum tulisanmu selesai. Jangan kecewa apabila hasil karya Anda jelek karena semua penulis sukses juga pernah menghasilkan karya-karya yang kurang bagus diawal menulis. Jadi, teruslah menulis.

2.      Tulisan yang Mengalir
            Tulisan yang mengalir adalah tulisan yang dari awal hingga akhir terasa enak dibaca, lancar, tidak tersendat-sendat. 
            Cara untuk membuat tulisan yang mengalir yaitu :
  Pastikan tema tulisan dan informasi atau data pengetahuan,
  Keluarkan pikiran dalam bentuk kalimat yang susul menyusul,
  Kumpulkan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran dalam satu paragraf.

3.      Kebiasaan Buruk: Mengkritik Sebelum Tulisan Selesai
Kritik akan sangat bermanfaat bagi proses kreatif untuk menjadi penulis. Akan tetapi, kalau kebiasaan kritik itu dilakukan ditengah-tengah proses menulis, maka dampaknya justru negatif yaitu menyebabkan tulisan terhenti sebelum selesai. Akan lebih baik jika mengkritik/ mengedit suatu tulisan setelah selesai menulis.

4.      Kontemplasi: Mengerami Ide
Kontemplasi adalah suatu keadaan perenungan seolah kita memasang sebuah radar untuk menangkap informasi-informasi yang relevan.

Bab IV Editing
       Untuk menghasilkan tulisan yang bagus perlu melakukan editing. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam tulisan. Kesulitan yang sering terjadi adalah munculnya sikap subjektif dalam diri kita. Untuk mengatasi itu, ketika tulisan baru selesai, kita tidak perlu buru-buru dalam melakukan editing.
            Editing terbagi menjadi 2 macam, yakni:
1.      Editing isi
      Editing isi menyangkut ketercapaian tujuan dan tulisan. Tulisan harus valid, artinya menggunakan penalaran sesuai dengan prinsip logika.
      Salah satu masalah yang dialami penulis adalah kesulitan dalam menentukan angle, yaitu sudut dari peristiwa dimana penulis membidikkan pandangannya. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kefokusan.

2.      Editing Kebahasaan
Editing kebahasaan menyangkut penggunaan kaidah bahasa yang meliputi penulisan tanda baca, ejaan, pilihan kata (diksi), efektivitas kalimat dan kekompakan paragraf.
Salah satu kiat penting untuk bisa menembus media adalah kepintaran dalam membuat judul. Judul harus merefleksikan isi tulisan terutama untuk tulisan berita, feature, artikel dan resensi. Selain itu, judul yang sensasional bukan berarti bisa membuat orang lain marah.
Bab V Kirim Nasakah
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim naskah yaitu:
·         Unsur intrinsik
·         Unsur ekstrinsik
·         Dalam pengetikan hendaknya memperhatikan coretan coretan secara teliti, bila naskah ditulis tangan tulislah dengan rapi.
·         Teliti kembali alamat tujuan pengiriman naskah, tuliskan juga nama pengirim dan alamat pengirim dengan jelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal negative yang tidak diinginkan, dan menghindari dari pembajakan.
·         Dan jangan lupa menempelkan prangko sebelum mengirim. Usahakan prangko cukup sehingga bisa sukses dalam proses pengiriman naskah.
Bab VI Menunggu
            Setelah naskah dikirim, ada dua kemungkinan, yaitu naskah dimuat atau ditolak. Jika naskah dimuat, ini merupakan saat-saat yang membahagiakan. Akan tetapi jika naskah tidak dimuat, Anda tak perlu putus asa. Penulis yang berhasil umumnya adalah orang-orang yang tabah sembari terus menulis meski tulisannya berkali-kali ditolak redaksi.
             Ketika menunggu kabar setelah naskah dikirim, cari gagasan lain untuk menulis lagi. Dengan begini, kita masih punya harapan apabila naskah yang dikirim tidak dimuat oleh redaksi.
Bab VII Membuat Penerbitan Sendiri
Jika Anda sudah menguasai teknik-teknik dalam menulis, mungkin terpikir untuk membuat sebuah penerbitan sendiri.  Jika kita menulis untuk media orang lain berarti kita harus menyesuaikan selera dan trend media tersebut. Akan tetapi, apabila kita menulis di penerbitan sendiri, kita yang berhak menentukan apakah tulisan tersebut layak atau tidak dimuat dalam media kita. Yang paling mudah untuk dilaksanakan adalah membuat penerbitan sekolah. Sekarang ini, kebutuhan akan penerbitan bagi sekolah juga semakin besar.
Dalam mebuat media sekolah, terdapat tiga permasalahan yang harus dibereskan, yaitu keredaksian, masalah keuangan, dan masalah pemasaran.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan mengisi komentar Anda :)

Sabtu, 01 Desember 2012

CONTOH : INTI SARI BUKU



Sistematika Inti Sari Buku
Ringkasan buku          : Kiat Menulis untuk Media Massa
Oleh                           : Kelompok 1 ( Dela, Eko, Hapsary, Nandia, Usman)
1.      Identitas buku
a.       Judul               : Kiat Menulis untuk Media Massa
b.      Penulis             : Mulyoto, S.Pd.
c.       Penerbit           : CV. SAHABAT
d.      Tahun terbit     : 2006
e.       ISBN               :  979-3904-42-9
f.       Halaman          : 124 halaman
g.      Kota terbit       : Klaten
2.      Organisasi Isi Buku
Buku Kiat Menulis untuk Media Massa tergolong buku non fiksi. BukuKiat Menulis untuk Media Massa terdiri atas 7 bab dengan rincian sebegai berikut:
Bab I Motivasi
Bab II Penjajakan
Bab III Mulai Menulis
Bab IV Editing
Bab V Kirim Nasakah
Bab VI Menunggu
Bab VII Membuat Penerbitan Sendiri
            Rangkuman
Bab I Motivasi
1.      Menjadi penulis: Hobi, Idealisme, atau Demi Uang?
           Ada banyak alasan mengapa orang berminat menjadi penulis. Pertama orang yang menulis karena hobi. Alasan kedua adalah idealisme. Alasan ketiga demi uang. Menulis merupakan kerja nonfisik yang menjanjikan imbalan finansial yang lumayan. Menulis tidak hanya membutuhkan kecerdasan akan tetapi yang terpenting justru kemauan, komitmen, dan kerja keras.
2.      Kegiatan Mental Tingkat Tinggi
            Menulis merupakan kegiatan mental tingkat tinggi artinya menulis merupakan kegiatan yang membutuhkan pikiran dan perasaan dengan intensitas tinggi. Menulis itu membutuhkan kesungguhan.
3.      Manfaat Menulis
            Menulis bagi seseorang penulis mendatangkan banyak manfaat antara lain; menulis dapat mendatangkan uang, memberikan kepuasan batin, membuat intelektual penulis berkembang jauh lebih pesat, membuat penulis memiliki wawasan yang luas dan mendalam, menginternalisasikan secara lebih kuat informasi-informasi ke dalam ingatan. Bagi sisi pembaca, menulis bermanfaat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Bab II Penjajakan
1.                       Jenis-Jenis Tulisan di Media Massa
         Sebuah tulisan berasal dari sebuah ide/gagasan. Ketika gagasan kita miliki, barulah memilih bentuk tulisannya sesuai selera dan situasi yang ada. Jenis-jenis tulisan yang bisa kita kirimkan ke media massa adalah :
a. Berita (News)
b. Artikel
c. Feature
d. Cerpen
e. Puisi
f. Resensi
2.      Fokus pada Satu Jenis Tulisan
          Ketika Anda mendapatkan gagasan, Anda tinggal memilih bentuk yang Anda suka. Sebagai langkah awal memilih salah satu jenis tulisan dulu. Fokus pada satu jenis tulisan merupakan salah satu kiat penting dalam proses menjadi seorang penulis. Untuk bisa menjadi penulis, ternyata tidak ada cara lain selain mencoba untuk membuat tulisan. Yang terpenting adalah praktik menulis.

3.      Ciri Khas Media
Salah satu faktor yang paling menentukan dimuat tidaknya sebuah tulisan adalah kesesuaian tulisan dengan ciri khas media. Dengan kata lain, kebijakan redaksi tiap media jelas berbeda. Anda harus benar-benar paham dengan ciri khas sebuah media sebelum berniat mengirimkan tulisan ke sana.
4.      Mengenal Nilai-Nilai Jurnalistik
        Salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh tulisan agar bisa dimuat di media massa adalah adanya nilai-nilai jurnalistik dalam tulisan itu. Nilai-nilai jurnalistik :
a.       Aktualitas (Kehangatan)
b.      Magnitude (Daya Getar)
c.       Eksklusivitas (Keunikan)
d.      Orisinalitas (Keaslian)
Bab III Mulai Menulis
1.      Lakukan dan Jangan Berhenti
Tidak ada cara yang bisa ditempuh untuk bisa menjadi seorang penulis selain dengan menulis. Menulislah secara terus-menerus dan jangan pernah berhenti sebelum tulisanmu selesai. Jangan kecewa apabila hasil karya Anda jelek karena semua penulis sukses juga pernah menghasilkan karya-karya yang kurang bagus diawal menulis. Jadi, teruslah menulis.

2.      Tulisan yang Mengalir
            Tulisan yang mengalir adalah tulisan yang dari awal hingga akhir terasa enak dibaca, lancar, tidak tersendat-sendat. 
            Cara untuk membuat tulisan yang mengalir yaitu :
  Pastikan tema tulisan dan informasi atau data pengetahuan,
  Keluarkan pikiran dalam bentuk kalimat yang susul menyusul,
  Kumpulkan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran dalam satu paragraf.

3.      Kebiasaan Buruk: Mengkritik Sebelum Tulisan Selesai
Kritik akan sangat bermanfaat bagi proses kreatif untuk menjadi penulis. Akan tetapi, kalau kebiasaan kritik itu dilakukan ditengah-tengah proses menulis, maka dampaknya justru negatif yaitu menyebabkan tulisan terhenti sebelum selesai. Akan lebih baik jika mengkritik/ mengedit suatu tulisan setelah selesai menulis.

4.      Kontemplasi: Mengerami Ide
Kontemplasi adalah suatu keadaan perenungan seolah kita memasang sebuah radar untuk menangkap informasi-informasi yang relevan.

Bab IV Editing
       Untuk menghasilkan tulisan yang bagus perlu melakukan editing. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam tulisan. Kesulitan yang sering terjadi adalah munculnya sikap subjektif dalam diri kita. Untuk mengatasi itu, ketika tulisan baru selesai, kita tidak perlu buru-buru dalam melakukan editing.
            Editing terbagi menjadi 2 macam, yakni:
1.      Editing isi
      Editing isi menyangkut ketercapaian tujuan dan tulisan. Tulisan harus valid, artinya menggunakan penalaran sesuai dengan prinsip logika.
      Salah satu masalah yang dialami penulis adalah kesulitan dalam menentukan angle, yaitu sudut dari peristiwa dimana penulis membidikkan pandangannya. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kefokusan.

2.      Editing Kebahasaan
Editing kebahasaan menyangkut penggunaan kaidah bahasa yang meliputi penulisan tanda baca, ejaan, pilihan kata (diksi), efektivitas kalimat dan kekompakan paragraf.
Salah satu kiat penting untuk bisa menembus media adalah kepintaran dalam membuat judul. Judul harus merefleksikan isi tulisan terutama untuk tulisan berita, feature, artikel dan resensi. Selain itu, judul yang sensasional bukan berarti bisa membuat orang lain marah.
Bab V Kirim Nasakah
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim naskah yaitu:
·         Unsur intrinsik
·         Unsur ekstrinsik
·         Dalam pengetikan hendaknya memperhatikan coretan coretan secara teliti, bila naskah ditulis tangan tulislah dengan rapi.
·         Teliti kembali alamat tujuan pengiriman naskah, tuliskan juga nama pengirim dan alamat pengirim dengan jelas. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal negative yang tidak diinginkan, dan menghindari dari pembajakan.
·         Dan jangan lupa menempelkan prangko sebelum mengirim. Usahakan prangko cukup sehingga bisa sukses dalam proses pengiriman naskah.
Bab VI Menunggu
            Setelah naskah dikirim, ada dua kemungkinan, yaitu naskah dimuat atau ditolak. Jika naskah dimuat, ini merupakan saat-saat yang membahagiakan. Akan tetapi jika naskah tidak dimuat, Anda tak perlu putus asa. Penulis yang berhasil umumnya adalah orang-orang yang tabah sembari terus menulis meski tulisannya berkali-kali ditolak redaksi.
             Ketika menunggu kabar setelah naskah dikirim, cari gagasan lain untuk menulis lagi. Dengan begini, kita masih punya harapan apabila naskah yang dikirim tidak dimuat oleh redaksi.
Bab VII Membuat Penerbitan Sendiri
Jika Anda sudah menguasai teknik-teknik dalam menulis, mungkin terpikir untuk membuat sebuah penerbitan sendiri.  Jika kita menulis untuk media orang lain berarti kita harus menyesuaikan selera dan trend media tersebut. Akan tetapi, apabila kita menulis di penerbitan sendiri, kita yang berhak menentukan apakah tulisan tersebut layak atau tidak dimuat dalam media kita. Yang paling mudah untuk dilaksanakan adalah membuat penerbitan sekolah. Sekarang ini, kebutuhan akan penerbitan bagi sekolah juga semakin besar.
Dalam mebuat media sekolah, terdapat tiga permasalahan yang harus dibereskan, yaitu keredaksian, masalah keuangan, dan masalah pemasaran.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan mengisi komentar Anda :)